Prinsip Kontrol PLC dan Driver Stepper
Prinsip Kontrol PLC dan Driver Stepper
Prinsip Pengendalian
Motor stepper biasanya digunakan untuk kontrol posisi. Mereka dapat dikontrol oleh jumlah pulsa yang dikeluarkan oleh PLC untuk menentukan sudut rotasi (dan juga jaraknya), dengan frekuensi pulsa yang mengatur kecepatan motor. Sistem motor stepper sederhana, hemat biaya, dan mudah dikendalikan, sehingga cocok untuk aplikasi di mana presisi kontrol tidak terlalu penting. Untuk skenario kontrol presisi tinggi, sistem kontrol servo biasanya diperlukan.
Sistem stepper terdiri dari driver stepper dan motor stepper. Motor stepper digerakkan oleh driver stepper yang berfungsi sebagai sumber tenaga. Pengemudi dikendalikan oleh sinyal pulsa dan arah eksternal (dalam contoh ini, pulsa dari PLC Siemens), sehingga mengatur sudut dan kecepatan putaran motor.
Definisi Kunci
1. Pengemudi:Perantara antara PLC dan motor stepper. Ini memperkuat sinyal pulsa dari PLC dan mengirimkannya ke motor stepper, memungkinkan motor beroperasi sesuai dengan parameter yang ditetapkan oleh PLC dan driver.
2. Sudut Langkah:Sudut putaran motor stepper dengan setiap pulsa. Sudut langkah yang umum adalah 1,8°, yang biasanya tidak dapat disesuaikan.
Contoh: Berapa banyak pulsa yang perlu dikeluarkan PLC untuk memutar motor stepper dengan sudut langkah 1,8° melalui satu putaran penuh (360°) tanpa microstepping?
Jawaban: 360° / X = 1,8° / 1 ⇒ X = 200 pulsa.
3. Langkah mikro:Dalam aplikasi praktis, sudut langkah yang besar dapat menyebabkan getaran yang signifikan dan meningkatkan kesalahan pengendalian. Microstepping membagi sudut langkah menjadi segmen-segmen yang lebih kecil menggunakan sakelar DIP pengemudi, sehingga menghasilkan pengoperasian motor yang lebih lancar.
Contoh: Jika sudut langkah adalah 1,8° dan microstepping diatur ke 10, berapa banyak pulsa yang dibutuhkan motor untuk menyelesaikan satu putaran penuh?
Jawaban: 360° / X = (1,8° / 10) / 1 ⇒ X = 2000 pulsa.
Ringkasan: Sudut langkah yang lebih besar memerlukan lebih sedikit pulsa, sedangkan sudut langkah yang lebih kecil memerlukan lebih banyak pulsa.
Perangkat Keras Sistem Stepper (Menggunakan Motor Stepper Phidgets sebagai Contoh)
1. Pengemudi Stepper
Kontrol Pulsa + Arah: Ketika pulsa dihasilkan di PUL, motor berputar, dengan arah ditentukan oleh DIR.
Kontrol Pulsa Maju + Pulsa Mundur: Pulsa pada PUL membuat motor berputar maju, sedangkan pulsa pada DIR membuatnya berputar mundur. PUL dan DIR tidak boleh menghasilkan pulsa secara bersamaan.
2. Motor Stepper
Ketika belitan fasa A dan B ditukar, motor berputar ke arah yang berlawanan.
Tegangan sinyal motor stepper adalah 5 V, sedangkan PLC Siemens beroperasi pada 24 V. Resistor 1,2 K, 1/4 W harus dihubungkan secara seri saat menghubungkan ke driver, seperti yang ditunjukkan pada diagram bagian merah.
Siemens PLC (CPU222) mendukung dua jenis keluaran pulsa berkecepatan tinggi:
PTO (Output Kereta Pulsa): siklus kerja 50%.
PWM (Modulasi Lebar Pulsa): Siklus kerja yang dapat disesuaikan.
Output pulsa berkecepatan tinggi ini dapat digunakan untuk mengontrol driver stepper serta pergerakan dan kecepatan peralatan tertentu.